Penyebab Utama Sistitis Akut Pada Ibu Hamil

Proses kehamilan yang berjalan lancar tanpa kendala, tentu menjadi harapan semua wanita, lalu apa yang dimaksud sistitis akut? Namun sayangnya, ditemukan masalah kesehatan yang menyerang ibu hamil. Salah satu masalah kesehatan tersebut yang harus diwaspadai yakni sistitis. Mau tau lebih lanjut mengenai informasi lengkap mengenai penyakit satu ini? Mari simak fakta di bawah ini.

konsultasi

Apa Yang Dimaksud Dengan Sistitis Akut?

Sistitis adalah infeksi kandung kemih yang membuat Anda terus-menerus buang air kecil dan terasa perih. Walaupun semua orang bisa mengalami sistitis akut, penyakit ini lebih banyak dialami oleh para wanita. Lebih dari setengah wanita di dunia pernah mengalaminya.

Seperti yang dilansir beberapa sumber, belum ditemukan pasti mengapa wanita berisiko terserang infeksi dibandingkan pria. Para ahli hanya menduga karena ukuran saluran kencing pada wanita lebih pendek, hal tersebut yang menyebabkan mereka mudah terserang infeksi.

Sekadar informasi, uretra yakni saluran yang membawa urin keluar dari kandungan kemih. Pada kalangan wanita, saluran tersebut berukuran 1 inci, sehingga jenis bakteri patogen menjadi lebih mudah menemukan jalan untuk masuk dalam kandung kemih. Selain itu, permukaan uretra wanita terletak dekat dengan anus dan vagina, yang akan membuat bakteri mudah memasuki saluran kemih.

konsultasi

Apa Penyebab Sistitis Akut?

Pada umumnya penyakit ini disebabkan oleh Escherichia coli, yakni jenis bakteri yang biasa hidup dalam usus Anda. Seringkali bakteri berhenti di kandung kemih dan berkembang biak di dalam sana. Sehingga menyebabkan peradangan serta memicu gejala yang biasa disebut infeksi kandung kemih.

Sititis akut lebih sering terjadi pada masa kehamilan, seiring bertambah ukuran janin di dalam perut, tentunya rahim Anda semakin menekan kandung kemih tersebut. Inilah yang menyebabkan ibu hamil lebih sering pipis atau lebih sulit menahan rasa ingin buang air kecil ketika hamil, namun apabila kandung kemih Anda sangat tertekan hingga terjadi infeksi, maka terjadilah peradangan sistitis.

sistitis akut

Apa Saja Gejalanya Sistitis?

Walaupun sistitis akut merupakan infeksi di area kandung kemih, namun menariknya, masalah kesehatan tersebut bisa terjadi tanpa adanya gejala. Ini sebabnya urin ibu hamil perlu diperiksa setiap kali ke dokter kandungan. Adapun beberapa tanda dan gejala yang sering terjadi karena penyakit sistitis diantaranya :

konsultasi

● Wanita hamil lebih sering buang air kecil.
● Urin yang keluar hanya sedikit saat kencing.
● Urin mempunyai bau yang menyengat.

Sering merasa nyeri atau timbulnya sensasi terbakar ketika buang air kecil? Bisa jadi ini merupakan tanda dari adanya infeksi saluran kemih. Masalah ini jangan dianggap mudah, sebab infeksi saluran kemih yang terjadi pada ibu hamil apabila tidak segera diobati dengan tepat akan mempengaruhi kehamilan. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengenali tanda dan gejala awal penyakit tersebut.

Jadi infeksi saluran kemih atau biasa disebut ISK terjadi ketika sistem saluran kemih terinfeksi oleh bakteri. Infeksi tersebut memang bersifat umum dan banyak dialami oleh kalangan wanita. Infeksi saluran kemih memang akan membawa pengaruh pada kandung kemih atau disebut sistitis, sementara yang sampai mempengaruhi ginjal biasa disebut pielonefritis.

Ketika hamil tubuh Anda menjadi semakin rentan pada infeksi saluran kemih. Salah satunya diakibatkan oleh adanya perubahan hormon. Hormon jenis progesteron mempunyai manfaat melemaskan otot tabung yang menjadi penghubung pada ginjal ke kandung kemih. Kondisi tersebut akan memperlambat aliran urin dari ginjal ke kandung kemih.

Kami Klinik Apollo akan berikan penanganan yang tepat kepada semua pasien yang memperoleh tanda dan gejala sistitis akut. Lakukan reservasi dengan mudah bersama kami di 081233881616. Sekian kami sampaikan mengenai penyakit sistitis akut, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang kami sediakan di website m.klinikkelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.