Risiko Hamil Dengan Penyakit Endometriosis

Ketika penderita penyakit endometriosis hamil, mereka akan menghasilkan dampak yang berbeda pada setiap kalangan wanita. Seberapa parahnya penyakit yang menyerang, produksi hormon dan cara tubuh Anda merespon kehamilan akan mempengaruhi gejala penyakit endometriosis.

Beberapa kalangan wanita merasa tanda endometriosis menjadi semakin parah ketika hamil. Namun sebagian lainnya merasa bahwa hamil dengan mengidap endometriosis dapat meredakan gejalanya.

Ketika hamil, gejala utama endometriosis sementara akan hilang dan berkurang. Gejala yang dimaksud yakni nyeri dan pendarahan ketika menstruasi. Ini yang akan membuat beberapa wanita merasa penyakit endometriosis saat hamil akan berkurang.

konsultasi

Selain itu, peningkatan kadar hormon jenis premaston selama masa kehamilan dapat mengurangi gejala yang timbul. Hormon ini akan menekan dan mungkin menyusutkan pertumbuhan jaringan endometrium.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa progestin dapat mengurangi rasa sakit endometriosis pada beberapa penderitanya. Progestin menjadi pengobatan standart untuk kalangan yang mengidap endometriosis.

Namun gejala akan segera membaik dan tidak akan berlangsung panjang. Gejala endometriosis kemungkinan akan kembali setelah melahirkan. Pada umumnya gejala akan hadir kembali setelah menstruasi pertama dan setelah hamil. Walaupun menyusui bisa menunda tanda dan gejala penyakit ini.

penyakit endometriosis

Bagaimana Resiko Hamil Dengan Penyakit Endometriosis?

Walaupun begitu, bukan berarti kehamilan dapat menyembuhkan endometriosis. Mengandung bukan cara terbaik untuk mengobati atau mengatasi penyakit pada endometrium.

1. Demam saat hamil

Wanita dengan endometriosis mempunyai resiko mengalami komplikasi selama masa kehamilan atau melahirkan. Hal ini disebabkan oleh kerusakan struktur rahim dan pengaruh hormon penyebab penyakit endometriosis.

konsultasi

2. Plasenta previa

Sebuah sumber menyatakan bahwa hamil dengan mengidap endometriosis dapat meningkatkan resiko plasenta previa. Ketika plasenta berada sangat rendah di rahim, sebagian atau seluruhnya akan menutupi leher rahim atau serviks.

Kondisi ini akan meningkatkan resiko Anda mengalami plasenta yang pecah ketika persalinan. Plasenta yang pecah tentunya akan menyebabkan perdarahan dan membahayakan Anda serta bayi dalam kandungan.

Gejala utama dari kondisi ini yakni perdarahan vagina dengan warna merah terang. Jika berdarah sedikit, wanita akan disarankan untuk membatasi rutinitas, termasuk olahraga atau seks. Jika perdarahan cukup parah, Anda mungkin memerlukan transfusi darah dan prosedur operasi caesar.

3. Keguguran

Beberapa penelitian melaporkan bahwa tingkat keguguran menjadi semakin tinggi pada kalangan wanita pengidap endometriosis dibandingkan kondisi sehat. Ini bahkan terjadi pada beberapa wanita dengan endometriosis yang ringan.

Tidak ada yang bisa dilakukan oleh penderita atau dokter untuk mengatasi keguguran, namun penting untuk mengenali gejalanya, sehingga Anda bisa mencari bantuan medis dengan cepat dan tepat.

Jika kandungan Anda kurang dari 3 minggu, gejala keguguran mirip seperti menstruasi yakni menimbulkan kram, perdarahan, dan nyeri dibagian punggung bawah.

konsultasi

4. Kelahiran prematur

Bahkan penelitian menunjukan bahwa wanita dengan endometriosis bisa meningkatkan resiko kelahiran prematur, kondisi ketika bayi lahir pada usia kurang dari 37 minggu masa kehamilan.

Bayi yang lahir prematur memang cenderung mempunyai berat rendah dan mungkin akan mengalami masalah kesehatan atau perkembangan.

5. Persalinan caesar

Menurut beberapa ahli, penderita endometriosis dapat meningkatkan kemungkinan lahir dengan proses caesar. Prosedur berjalan menggunakan proses bedah di area perut untuk mengangkat bayi jika persalinan normal tidak bisa dilakukan.

Dokter biasanya akan melakukan proses persalinan caesar jika kelahiran melalui vagina tidak aman untuk ibu dan bayi. Mengenai informasi lebih lanjut Anda bisa konsultasikan bersama Klinik Apollo Jakarta.

Mengenai reservasi, segera hubungi nomor 081233881616. Demikian mengenai penyakit endometriosis, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website m.klinikkelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.