Faktor Penularan Penyakit Herpes Pada Janin

Pada wanita yang sedang hamil, resiko penularan penyakit pada janin memang alami peningkatan termasuk penyakit herpes. Termasuk resiko menularnya herpes, yakni sebuah infeksi yang disebabkan oleh virus. Jika dilihat dari berbagai jenis penyebabnya, herpes sering terjadi karena adanya infeksi virus jenis zoster dan simpleks pada tubuh.

Lantas seberapa besar resiko adanya virus penyakit herpes yang menular seorang ibu kepada janinnya? Apakah wanita hamil pengidap herpes sudah pasti akan menularkan penyakit tersebut kepada calon bayi mereka?

konsultasi

Beberapa Faktor Penularan Penyakit Herpes Pada Janin

Menjadi lebih waspada merupakan hal yang perlu di terapkan wanita hamil pengidap herpes. Namun hal ini tidak serta merta membenarkan seorang ibu hamil harus mengkhawatirkan kondisi tersebut secara berlebihan, apalagi sampai berujung stress.

Selain menyebabkan bahaya, masih ada beberapa faktor yang akan pengaruhi penularan virus dari ibu kepada janin. Jadi kapan sang ibu akan terinfeksi virus, sebab faktanya waktu menjadi penentu berkembangnya dan penularan penyakit tersebut.

penyakit herpes

1. Sebelum masa kehamilan

Setelah berhasil masuk dalam tubuh, virus menjadi lebih cepat menyebar dan berikan infeksi. Jika ibu terinfeksi sebelum masa kehamilan, jangan khawatir, resiko penularan penyakit herpes pada bayi menjadi rendah. Hal ini terjadi karena peran dari antibodi yang dibentuk oleh ibu dan bayi selama hamil tidak membawa pengaruh besar.

Justru antibodi yang terbentuk selama masa kehamilan bisa membantu melawan penyebaran penyakit dan virus herpes tersebut. Melihat dan berbagai penelitian, jika ibu yang terserang virus sebelum hamil, maka akan memperoleh resiko penularan pada janin selama masa tersebut hanya satu persen.

Baca Juga : Cara Ampun Atasi Penyakit Herpes Genitalis Menular

konsultasi

2. Trimester pertama dan kedua

Apabila seorang ibu terserang virus pada masa trimester pertama sampai kedua, maka resiko penularan menjadi semakin meningkat. Namun jangan khawatir, resiko masih tergolong wajar, jika calon ibu memperoleh virus herpes pada masa tersebut.

Sebab terserangnya penyakit herpes pada trimester pertama dan kedua atau pada awal kehamilan tidak akan membuat sang bayi mengalami penyakit yang sama. Masih ada kesempatan bayi untuk bebas dan tidak terlahir dengan sehat.

Untuk hindari kondisi yang tidak diinginkan, ibu perlu sedikit hati-hati dan waspada. Terserang infeksi virus pada trimester kedua akan membuat ibu harus konsumsi obat-obatan jenis tertentu untuk kurangi resiko buruk.

Jangan lupa untuk konsultasikan dengan dokter mengenai cara terbaik hadapi kehamilan jika menderita herpes. Pada kasus yang semakin parah, dokter akan menyarankan seorang ibu untuk jalankan persalinan secara Caesar untuk hindari bayi dari berbagai sentuhan langsung dengan luka herpes.

konsultasi

3. Trimester akhir

Resiko semakin memburuk dan meningkat jika seorang ibu ternyata terserang virus herpes pada usia kehamilan akhir. Bahkan resiko penularan herpes pada calon bayi bisa mencapai 50%. Apalagi jika virus baru menyerang di 5 minggu terakhir masa kehamilan.

Bahaya menjadi semakin meningkat, baik pada ibu atau janin, sebab mereka tidak mempunyai banyak waktu untuk membangun antibodi. Padahal hal tersebut sangat penting untuk melindungi dari infeksi. Maka jika temukan gejala herpes, ada baiknya ibu hamil segera lakukan pemeriksaan dan selalu bicarakan dengan dokter mengenai beberapa hal yang terjadi selama kehamilan.

Pada seorang wanita hamil yang mengidap herpes, biasanya metode persalinan akan diterapkan yakni operasi sesar. Hal ini dilakukan untuk menurunkan resiko penularan yang bisa terjadi pada bayi yang mengalami kontak langsung dengan luka herpes yang dimiliki sang ibu.

Jika Anda mengalami tanda dan gejala diatas lakukan konsultasi sekarang juga bersama kami di Klinik Apollo Jakarta. Lakukan reservasi sekarang juga di 081233881616. Demikian kami sampaikan mengenai penyakit herpes, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Jenis Dan Ciri Ciri Herpes Yang Perlu Diketahui

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website m.klinikkelamin.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.